Cara Merubah Password Modem Indihome ZTE F609

Bagaimana cara mengetahui password admin Modem Indihome? Apa password user admin modem Indihome? Bagaimana cara merubah password Modem Indihome? Mungkin beberapa pertanyaan itu muncul di benak Anda ketika Anda mulai berlangganan internet Indihome dan mendapatkan Modem Indihome yang tidak bisa login menggunakan user Admin.

Merubah Password user Admin Modem Indihome ZTE F609 via Telnet

Sebagai pelanggan, kita hanya diberi akses ke modem indihome dengan menggunakan role user, yaitu username : user dan password : user. Padahal pada role user ini tidak semua konfigurasi modem dapat kita akses. Sementara kita butuh untuk akses penuh ke modem indihome ini, misalnya ketika mau melakukan Bridge Modem Indihome ke Router Mikrotik

Nah untuk mengatasi hal ini, kita bisa merubah password untuk username admin dengan menggunakan telnet. Namun pada beberapa kasus, port 23 untuk telnet ini di tutup oleh telkom. Jadi pastikan port 23 telnet ini bisa diakses.

Pada kesempatan ini saya coba contohkan Cara Merubah Password Modem Indihome ZTE F609 via Telnet. Secara umum cara untuk mengganti password admin Modem Indihome ZTE F609 adalah sebagai berikut :

1. Pastikan laptop/pc sudah terkoneksi ke modem baik via LAN atau WiFi.

2. Mengakses modem via telnet, bisa menggunakan CMD atau aplikasi PuTTY. 
Kita bisa gunakan user  sebagai berikut :
Login : root 
Password : Zte521

3. Kemudian ketikkan perintah berikut untuk melihat database user modem :
sendcmd 1 DB p DevAuthInfo

4. Perhatikan pada parameter Row No ini menunjukkan user mana yang akan dirubah password nya.

5. Ketikkan perintah berikut untuk merubah password user Admin Modem Indihome ZTE F609
sendcmd 1 DB set DevAuthInfo 0 Pass passwordbaru
Pilih Row No untuk user Admin dan isikan password baru yang anda inginkan. Kemudian tekan Enter.

6. Sekarang password sudah berhasil diganti. Silakan coba login modem dengan user admin dan password barunya.

Untuk lebih jelas nya silakan lihat tutorial video Cara Merubah Password Modem Indihome ZTE F609 berikut ini :


Cara Mengakses Jaringan Intranet dari Router yang tidak Memiliki IP Publik Statik

Tak bisa dipungkiri penggunaan Teknologi Informasi di segala bidang semakin pesat. Akses informasi dari segala lini juga makin hari makin berkembang. Kebutuhan untuk akses ke jaringan privat (lokal/intranet) melalui jaringan publik (internet) menjadi cukup krusial dan mulai banyak dibutuhkan.

Terutama ketika kita sedang berada di luar jangkauan keyboard atau bahasa keren nya Away from Keyboard (AFK), misal sedang berada di perjalanan ke luar kota tiba-tiba diminta bos file penting yang ada di komputer kantor. Nah, dalam kondisi seperti ini diperlukan akses dari internet ke jaringan intranet.

Solusi dari permasalahan itu adalah menggunakan Virtual Private Network (VPN). Namun untuk bisa membuat VPN Server diperlukan IP Publik yang dipasang pada router. Sementara banyak ISP di Indonesia yang hanya memberikan IP Publik di perangkat (modem) mereka, bukan di router kita. Hal ini tentunya akan menyusahkan kita untuk membuat VPN Server.

Nah, untuk mengatasi hal tersebut, kita bisa membuat sendiri VPN Server nya di luar router. Caranya dengan memanfaatkan cloud server dan diinstall Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR) yang kemudian bisa kita setting sebagai VPN Concentrator Server. Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar topologi berikut :


Sebenarnya materi ini akan saya bawakan pada Mikrotik User Meeting Indonesia tahun 2017 ini di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta. Namun karena telat daftar dan akhirnya kuota presenter penuh jadi materi ini gak bisa saya share disana. Oleh karena itu, saya share saja di blog ini supaya bisa bermanfaat.

Oke, materi ini sudah saya susun dan saya buatkan Video Tutorial Mikrotik nya. Ada 3 part video yang akan saya share, yaitu :

Part 1 : Penjelasan Konsep dan Topologi Jaringan yang digunakan



Part 2 : Instalasi Mikrotik CHR pada VPS dan Setting CHR sebagai VPN Concentrator Server



Part 3 : Konfigurasi Koneksi Secure Tunneling ke perangkat Client



Demikan materi yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman semua :)

Memanfaatkan Fitur Buzzer Pada Router Mikrotik

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Selamat malam Mikrotikers semoga anda sehat selalu, Tips kali ini kami akan berbagi mengenai cara memanfaatkan fitur buzzer mikrotik sebagai penanda/notice bahwa koneksi Internet terpantau down.
tips ini sudah banyak yang share tetapi tidak ada salahnya jika kami melakukan repost kembali :)

what is the mean a buzzer?
Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi getaran suara.

Jadi pastikan bahwa router mikrotik agan/aganwati memilik buzzer tersebut :)
Untuk mengetahuinya anda cukup dengan melakukan pre-testing melalui terminal dengan mengetikkan /beep kemudian Enter, Jika terdengar bunyi "eta terangkanlah" berarti ga' bisa hahaha... #JustKidding



So, what are you waiting for?

Kami asumsikan bahwa router anda sudah terkoneksi ke internet dengan baik.

Lakukan Setup pada tools Netwatch sebagai monitoring koneksi dan sekaligus sebagai tools untuk menghidupkan buzzer tersebut pada saat koneksi down.

- Pada tabel host dapat menggunakan nama domain atau IP Address dan isikan interval sesuai keinginan berapa lama jaringan putus akan dinyatakan down.
- Pada table UP gunakan script 
":global setAlarm value=[:tobool false];"



- Pada tabel DOWN gunakan script 

":global setAlarm value=[:tobool true];
:while ($setAlarm) do={ 
:beep frequency=2000 length=500ms;
:delay delay-time=1000ms;
:beep frequency=4000 length=500ms;
:delay delay-time=1000ms;
}"

Lakukan tahap testing dengan disable Interface WAN dan dengarkan nadanya :)




Sekian dan Terimakasih.


Man jadda wajada
"Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil, Insya Allah!"


Source : walid umar
















Yuk LIat Isi ANTENA OMNIDIRECTIONAL TP-LINK TL-ANT2415D Omni 15 dBi

Buat Teman Teman Yang penasaran bagaimana sih isi dari antena omnidirectional kebanyakan.
apakah hanya pipa plastik biasa ? atau isi nya lebih rumit dari yang di bayangkan. nah mari kita simak video berikut pasti bikin kalian penasaran

cek video berikut





Perkenalan BGP Secara Singkat, Padat


Apa itu Routing BGP? BGP atau singkatan dari Border Gateway Protocol ini bisa dibilang adalah inti dari protocol-protocol routing yang ada pada internet. Dari sekian banyaknya protokol routing hanya protocol BGP sajalah yang termasuk kedalam Eksterior Gateway Protocol. Routing protocol ini sudah dalam versi-4 yang dimana versi tersebut adalah versi yang digunakan di masa kini.

Routing Protocol BGP ini memiliki keunikan dalam menentukan jalurnya. Karna sebab inilah iya disebut path vector. Ia menentukan jalurnya dengan menggunakan attribute tidak seperti routing protocol lainnya yang menentukan jalurnya dengan metricnya sendiri. Maksud dari path vector adalah ia akan menentukan jalur dengan saling bertukar data dengan informasi jalur yang telah di peer, kecuali pada network yang ditangani oleh router bgp tersebut.

Tidak seperti routing IGP yang akan menentukan jalur dengan memperkenalkan setiap network yang ada pada router itu sediri. Protocol Routing BGP menggunakan protocol TCP untuk mengirimkan BGP Packet yang berisi data-data untuk keperluan protocol ini dalam mengerjakan tugasnya termasuk informasi jalur. Oh iya port 179 adalah port yang digunakan oleh BGP, maka dari itu jangan sampai anda blokir akses port 179 ini pada router yang menjalankan routing BGP :) karena pastinya BGP gak bakalan bisa jalan :>

Apabila kalian sudah paham penjelasan diatas, maka kalian akan tahu kapan BGP digunakan? Jawabanya ya.. saat kalian ingin merouting suatu network yang berada pada Autonomous System yang berbeda dan biasanya ditemui dijaringan ISP (Internet Services Provider).

Mungkin hanya sampai sini saja untuk Perkenalan BGP Secara Singkat, Padat. Jika ada yang keliru saya mohon maaf dan saran agan selalu dinantikan oleh penulis dalam meningkatkan kwalitas artikel ini dan juga apabila ada pertanyaan jangan dipendam agan dipersilahkan mengisinya di kolom komentar. Semoga Bermanfaat Terima Kasih

Ditulis oleh :

Arief Sofyan, SMK Madinatulquran

 

Copyright @ 2015